MIESO KANTIN KAK NUR

   Bel baru saja berbunyi menandakan jam istirahat sudah tiba, rumah bantuan dengan tampak sederhana ini, yang sering disebut Kantin Kak Nur. Masih saja ramai dipadati siswa/siswi yang ingin berbelanja jajanan khas dikantin tersebut. Rumah bantuan yang disulap menjadi kantin sederhana dibagian belakangnya, menjadi tempat mewah bagi siswa.

Tidak ada pula kesan mewah dan unik seperti hotel berbintang lima disana. Yang terlihat hanyalah kantin biasa yang didepannya dihiasi dengan tanaman bunga-bunga. Walaupun terkesan kantin biasa, tetapi para siswa sangat menikmati jajanan yang dijual dikantin tersebut. Berbagai makanan dijual dikantin ini, dari makanan ringan sampai dengan makanan berat, dari kue kering sampai dengan kue basah. Contoh lainnya adalah, seperti: Miesoe, Nasi goreng, Mie goreng, bakwan dll.

Namun ada satu menu yang menarik perhatian para siswa dan guru-guru, Menu itu adalah Mieso. Mie putih dicampur dengan daun sop, tahu, dan tidak lupa bawang goreng ditambah lagi dengan kuah yang rasanya khas itu diracik sendiri oleh Kak Nur, salah seorang penjaga kantin. Wanita berbadan besar dan sehat tidak sendirian, dia dibantu oleh suaminya yang sering dipanggil Bang Wan, dan pegawainya dalam melayani para siswa yang membeli dikantinnya.

Memang menu yang satu ini sudah biasa kita dengar didaerah kita masing-masing, seperti, Mieso Gibol, Baksoe Kak Lis, dan Baksoe Pak Lek. Namun mieso kak Nur ini jauh lebih nikmat dan dahsyat dari pada mieso-mieso warung lainnya. Mieso kak Nur memiliki rasa khas. Kuliner ini kaya akan rasa kuahnya yang membuat lidah tidak bisa berkata bohong. Ditambah lagi dengan cabai giling buatan kak Nur ini terasa makin parah pedasnya kalo dibandingkan sama warung-warung mieso ditempat lain. Tak heran, para penikmat pedas pun rela membuat saus beserta cabai giling kedalam mienya agar terasa lebih pedas saat dinikmati.

Miesoe Kantin kak Nur ini, sangat ramai peminat, bukan hanya dari kalangan siswa, para guru pun ikut menikmati dahsyatnya Mieso yang diracik langsung oleh kak Nur. Nah, kalo menu yang satu ini lebih cocok dinikmati dengan minuman dingin. Menu itu adalah Pop Ice, sebagian besar penikmat miesoe kak Nur, lebih sering membeli pop ice jika makan mieso. Karena perpaduan antara pedas dan dingin membuat mata, lidah, dan pikiran terasa adem.

Tak salah ketika bel sudah berbunyi menandakan jam istirahat, para siswa rela berlarian dari dalam kelas menuju kantin demi mendapatkan mieso buatan kak Nur tersebut. Karena terbatas jadi terpaksa harus datang lebih cepat. Sehingga kantin yang berukuran kecil itu penuh dengan siswa yang membeli jajanan yang disediakan oleh Bang Wan dan Kak Nur di kantin nya.


Bersambung....